Hidayah Cintaku Cintamu dan cinta Kita

Masih ingatkah kita ketika kecil dulu, kita pernah bermain pasar – pasaran, permainan ini merupakan salah satu permainan yang menjadi favorit anak-anak di usia sekitar 4-6 tahun atau masih duduk dibangku TK.

Dan tahukah anda meski mereka hanya saling berceloteh tak karuan yang kita sendiripun bingung mendengarkannya, namun ternyata banyak sekali manfaat saat anak-anak bermain permainan ini.Naomi Soetikno, MPd, Psi, psikolog dari Omni Medical Centre Jakarta menyebutkan sejumlah manfaat bermain pasar-pasaran bagi anak, di antaranya:


1. Asah imajinasi.

Bermain jual beli kaya akan imajinasi. Anak boleh jadi akan berperan bagaikan seorang pembeli dengan segenap kebutuhan dan uang di tangan. Atau sebagai penjual di mana ia memiliki sejumlah barang. Aktivitas ini turut mengembangkan daya khayal sang buah hati. Saat menjadi penjual, anak akan menawarkan barang, merayu pembeli, dan lainnya. Demikian juga saat ia berperan sebagai pembeli, ia akan menawar barang, memilih, dan lainnya.

2. Terlatih berbahasa.
Saat jual beli, terciptalah interaksi dan komunikasi antara penjual dan pembeli. Anak belajar berkomunikasi sesuai dengan peran yang dimainkan, baik saat membeli, memilih barang, menawar, menyerahkan uang. Kemampuan berbahasa anak semakin terlatih.

3. Mengenal fungsi uang.
Aktivitas jual beli membuat anak memahami fungsi uang. Untuk mendapatkan barang, ia perlu mengeluarkan uang. Ia pun menjadi tahu, uang memiliki nilai tertentu dan dapat berfungsi sebagai alat tukar.

Meski begitu, nilai nominal yang tertera pada lembar uang belum bermakna bagi anak, namun ia sudah tahu, semakin banyak koin atau lembaran yang dikeluarkan untuk membeli barang, maka semakin mahal barang tersebut.

4. Mengenal nilai benda.
Lewat jual beli, anak tahu nilai benda-benda yang dibelinya. Sekalipun jumlah atau besaran dari uang yang dikeluarkan masih bersifat abstrak, apakah itu jumlag yang besar atau tidak. Namun anak mengetahui bahwa benda itu bernilai karena harus ditebus dengan uang.

5. Memicu jiwa wirausaha.
Kemampuan berwirausaha harus dikenalkan sejak dini. Dengan mengenalkan permainan jual beli, secara tidak langsung, orangtua sudah mengenalkan jiwa entrepreneurship kepada anak. Bagaimana usaha seorang pedagang yang akan menjual barangnya agar cepat laku. Lambat laun seiring peningkatan kognitif anak, maka kemampuan anak untuk berkreativitas dan memahami wirausaha akan semakin kuat.

 

 


Sumber ; Kompas.com

(Tabloid Nakita/Hilman Hilmansyah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: